Program Sekolah & LDKS: Belajar di Luar Dinding Kelas
Kelas terbaik tidak berdinding. Program edukasi alam kami membawa siswa langsung ke lapangan — menguji kualitas air sungai, membaca kompas di hutan, mendirikan bivak — dengan materi yang tersambung ke RPP di kelas. Ini seperti apa program sekolah & LDKS yang kami rancang, per jenjang.
Kenapa sekolah memilih alam
Field trip yang baik bukan sekadar "jalan-jalan". Saat siswa mengukur sendiri kejernihan air sungai, konsep ekosistem di buku IPA berubah jadi pengalaman. Saat regu tersesat lalu menemukan jalan dengan kompas, pelajaran navigasi geografi menempel jauh lebih lama daripada hafalan. Alam memberi apa yang ruang kelas tidak bisa: konsekuensi nyata dari setiap keputusan.
Tiga jalur, tiga jenjang
Kami tidak memaksakan satu paket ke semua umur. Aktivitas dibedakan sesuai kesiapan fisik dan materi kelasnya:
- SD (kelas 4–6) — Penjelajah Alam Cilik: setengah hari. Mini trek hutan, pengamatan serangga & tumbuhan, games kerja sama. Fokus keberanian, rasa ingin tahu, dan cinta lingkungan. Tanpa aktivitas air.
- SMP — Eco-Adventure Camp: satu hari penuh. River ecology (uji kualitas air, amati biota sungai), navigasi hutan dengan kompas, campcraft (bivak, simpul, api yang aman). Terkait langsung dengan materi IPA dan geografi.
- SMA — Leadership & Rafting Edukasi: outbound leadership untuk OSIS/ekskul, plus opsi pengarungan edukasi di Sungai Cisadane dengan standar keselamatan ganda dan sesi refleksi kepemimpinan.
Keamanan berlapis
Untuk kegiatan anak, standar kami berlapis: survei lokasi sebelum rombongan tiba, peralatan safety berstandar, P3K dan jalur evakuasi di setiap venue, asuransi per siswa, dan rasio pendamping yang disesuaikan umur. Pemandu memegang wewenang penuh untuk menghentikan aktivitas bila kondisi tidak aman — tidak ada negosiasi soal ini. Aktivitas air hanya untuk jenjang yang sesuai: rafting untuk SMA, SD–SMP fokus kegiatan darat.
Dirancang bersama guru
Kepala sekolah dan guru pendamping mendapat outline modul sebelum hari-H — agar kegiatan lapangan tersambung dengan RPP di kelas. Setiap pos aktivitas dipandu fasilitator, guru pendamping selalu dilibatkan, dan orang tua mendapat informasi lengkap soal rundown, standar safety, dan kontak darurat.
Berapa biayanya?
- Outbound Edukatif — Rp175rb/siswa: program setengah/satu hari sesuai jenjang. Min. 20 siswa.
- Outbound + Rafting Edukatif — Rp175rb/siswa: kombinasi kegiatan darat + pengarungan edukasi (SMA). Min. 20 siswa.
- LDKS / Live-In 2–3 Hari — Rp225rb/siswa: program kepemimpinan menginap dengan malam kebersamaan. Min. 20 siswa.
Semua harga sudah termasuk fasilitator, peralatan, modul untuk guru, makan & snack, dokumentasi, transport lokal, dan asuransi. Konsultasi program untuk sekolah gratis — ceritakan jenjang dan jumlah siswanya, kami susunkan rancangannya.
Punya rencana kegiatan untuk grupmu?
Ceritakan jumlah peserta dan tanggalnya — proposal gratis dalam 1×24 jam.
Minta Proposal Gratis